Desain Pengujian
Pengujian dilakukan pada 3 buah komputer dengan susunan sbb :
HOST A :
Merupakan Wireless Sensor yang membaca data analog dan mengirimkan data pada HOST B.
HOST B :
Menerima data dari HOST A dan memberikan datanya pada HOST C dengan protokol yang berbeda.
HOST C :
Menerima data dari HOST B dan menuliskannya pada database.
Pemrograman
Beberapa
bahasa pemrograman yang digunakan untuk pengujian ini diantaranya
adalah Dynamic C dan Perl. Dynamic C digunakan untuk memprogram
microcontroller dan Perl digunakan sebagai bahasa pemprograman yang
digunakan untuk menerima data dari microcontroller, mengirim data pada
concentrator database server dengan protokol SOAP, dan menampilkannya
dalam bentuk tampilan grafik. Sementara untuk menerima data dengan
protokol SOAP dan menuliskannya pada database, digunakan bahasa
pemrograman PHP.
Dynamic C adalah sebuah bahasa pemprograman yang
dibuat oleh Rabbit , inc yang khusus digunakan untuk memprogram
microcontroller RCM 3700. Dynamic C ini dilengkapi beberapa library dan
dilengkapi sebuah IDE (integrated development environment) sehingga
coding, debugging, compiling, flashing, dan downloading sebuah
microcontroller RCM 3700 dapat dilakukan cukup pada sebuah software
saja.
Pada dasarnya, garis besar program yang dibuat adalah sebagai berikut :
1. Menerima data masukkan dari input analog
Kode yang digunakan :
float read_analog_input ()
{
dataRaw = anaIn(inputnum, SINGLE, GAINSET);
return (dataRaw*20/2048) ;
}
2. Secara aktif membuka koneksi soket ke komputer penerima data (tidak harus merupakan sebuah database server)
Kode yang digunakan :
if (!tcp_open(&my_socket, 0, host, port, NULL))
{
printf("Failed to open\n");
return -1 ;
}
else while (!sock_established(&my_socket))
{
if(!tcp_tick(&my_socket))
{
printf("Failed to Establish\n"); break ;
}
}
3.
Secara aktif mengirimkan data hasil pembacaan input analog yang telah
dikonversi menjadi besaran biner kepada komputer penerima melalui soket
TCP/IP yang sama dengan nomor 2.
Kode yang digunakan :
if(sock_established(&my_socket))
{
char * buff;
sprintf(buff,"%d",mesg);
if((sock_write(&my_socket, buff, sizeof(buff)))< 0 )
{
printf("Error Sending Data...");
return -1 ;
}
sock_close(&my_socket);
return 1 ; //return ok
}
4.
Menampilkan pesan error ketika pembukaan socket tidak berhasil
dilakukan, atau pengiriman data tidak berhasil, atau ketika pembacaan
analog input gagal dilakukan.
Perl adalah bahasa scripting yang
secara resmi keluar pada tahun 1987. Kode perl tidak perlu dicompile
agar bisa dijalankan, itulah mengapa perl disebut bahasa scripting,
bukan bahasa pemrograman. Dokumentasi dan informasi mengenai perl dapat
diperoleh dari http://www.perl.org/ .
Pada Dasarnya, program perl yang dibuat pada pengujian ini mempunyai garis besar perilaku sbb :
Pada Host Penerima (HOST B) :
1. Secara Pasif membuka dan me-Listen socket TCP/IP pada port tertentu.
Kode yang digunakan :
my $sock = IO::Socket::INET->new(
LocalHost => $host,
LocalPort => $port,
Proto => 'tcp',
Listen =>1,
ReuseAddr => 1
);
2.
Secara Pasif menerima input data dari koneksi socket TCP/IP dari
komputer pengirim, kemudian mengirimkannya pada database server
menggunakan protokol SOAP secara aktif.
Kode yang digunakan :
while(1) {
my $sockAccept = $sock->accept();
while ($pesan = <$sockAccept>)
{
$rrd -> update (temp => $pesan);
# updating database MS SQL melalui web services
my $soapRes = $soap->insertData($pesan);
unless ($soapRes->fault)
{
print "$pesan berhasil ditulis" ;
}
else
{
print join ', ',
$soapRes->faultcode,
$soapRes->faultstring,
$soapRes->faultdetail;
}
}
}
3. Menuliskan data pada sebuah grafik PNG sehingga terlihat grafik besaran suhu vs waktu.
Kode yang digunakan :
while(1) {
$rrd -> graph(
destination => "/var/www/netmon.tf.itb.ac.id",
basename => "temperature",
timestamp => "both",
periods => [qw(hour)],
sources => [qw(temp)],
source_colors => [qw(ff0000)],
source_labels => [("Temperatur")],
source_drawtypes => [qw(AREA)],
line_thickness => 2,
extended_legend => 1,
title => "Water Temperature",
vertical_label => "Kelvin",
interlaced => ""
);
print "graph updated\n";
# wait for 200 seconds
sleep(200);
}
Php
adalah bahasa pemrograman web / scripting web yang sangat terkenal.
Secara umum, program php yang dibuat mempunyai behaviour sbb :
Pada Host Database server (HOST C) :
1. Secara Pasif menerima input data dari HOST B dengan metode SOAP.
Kode yang digunakan :
require_once('lib/nusoap.php');
$server = new soap_server;
$server->register('insertData');
……..
$HTTP_RAW_POST_DATA = isset($HTTP_RAW_POST_DATA) ? $HTTP_RAW_POST_DATA : '';
$server->service($HTTP_RAW_POST_DATA);
?>
2. Menuliskan data pada database server. Software Database Server yang digunakan adalah MySQL
Kode yang digunakan :
function insertData($temperature)
{
$timeStamp = date('Y-m-d H-i-s');
mysql_connect('localhost','username','password') or die(mysql_error());
mysql_select_db('coba') or die(mysql_error());
mysql_query('INSERT INTO test VALUES ("'.$timeStamp.'","'.$temperature.'")') or die(mysql_error());
return 'berhasil'.$temperature ;
}
Keseluruhan Kode yang dibuat adalah sbb :
Kode Dynamic C yang dibuat :
#define RCM3700_PROTOBOARD
#define TCPCONFIG 9
#use "dcrtcp.lib"
#define ADDRESS "167.205.44.10"
#define PORT "8989"
#define inputnum 0
#define GAINSET GAIN_1
int send_packet(char * mesg)
{
tcp_Socket my_socket ;
word status ;
word port ;
longword host ;
if(!(host=resolve(ADDRESS)))
{
printf("Could not resolve host\n");
return -1;
}
port = atoi (PORT);
sock_init();
if (!tcp_open(&my_socket, 0, host, port, NULL))
{
printf("Failed to open\n");
return -1 ;
}
else while (!sock_established(&my_socket))
{
if(!tcp_tick(&my_socket))
{
printf("Failed to Establish\n"); break ;
}
}
if(sock_established(&my_socket))
{
char * buff;
sprintf(buff,"%d",mesg);
if((sock_write(&my_socket, buff, sizeof(buff)))< 0 )
{
printf("Error Sending Data...");
return -1 ;
}
sock_close(&my_socket);
return 1 ; //return ok
}
}
float read_analog_input ()
{
dataRaw = anaIn(inputnum, SINGLE, GAINSET);
return (dataRaw*20/2048) ;
}
main()
{
float dataInputFlt ;
char [8] dataInputStr ;
while(1)
{
costate
{
dataInputFlt = read_analog_input();
sprintf(dataInputStr,"%d", dataInputFlt);
//send_packet(&dataInputStr);
}
}
}
Kode Perl pada komputer penerima data (HOST B) yang dibuat :
#!/usr/local/bin/perl -w
# program untuk membuat daemon sederhana yang melisten di port 8989
# input program : data stream dari microcontroller
# output program : file rrd
# ditambahkan fungsi untuk mengupdate database melalui webservice
# load required modules
use strict;
use POSIX qw(setsid);
use LWP::Simple;
use RRD::Simple ();
use IO::Socket ;
use SOAP::Lite ;
# set costants
my $host = '167.205.44.10';
my $port = '8989';
my $png = '/var/www/netmon.tf.itb.ac.id';
my $rrdfile = '/var/tmp/temperature.rrd';
my $log = '/var/tmp/coba.log';
my $soap = SOAP::Lite
-> uri('http://netmon.tf.itb.ac.id/coba/server.php')
-> proxy('http://netmon.tf.itb.ac.id/coba/server.php');
# flush the buffer
$| = 1;
# daemonize the program
&daemonize;
# rrd initialization
my $rrd = RRD::Simple->new (file => "$rrdfile");
$rrd -> create ($rrdfile, temp => "GAUGE");
# creating listen socket
my $sock = IO::Socket::INET->new(
LocalHost => $host,
LocalPort => $port,
Proto => 'udp',
Listen =>1,
ReuseAddr => 1
);
die "socket listening failed" unless $sock ;
my $pesan ;
# our daemon process
while(1) {
my $sockAccept = $sock->accept();
while ($pesan = <$sockAccept>)
{
$rrd -> update (temp => $pesan);
# updating database MS SQL melalui web services
my $soapRes = $soap->insertData($pesan);
unless ($soapRes->fault)
{
print "$pesan berhasil ditulis" ;
}
else
{
print join ', ',
$soapRes->faultcode,
$soapRes->faultstring,
$soapRes->faultdetail;
}
}
}
sub daemonize {
chdir "/var/tmp" or die "Can't chdir to /: $!";
open STDIN, '/dev/null' or die "Can't read /dev/null: $!";
open STDOUT, ">>$log" or die "Can't write to $log: $!";
open STDERR, ">>$log" or die "Can't write to $log: $!";
defined(my $pid = fork) or die "Can't fork: $!";
exit if $pid;
setsid or die "Can't start a new session: $!";
umask 0;
}
Kode PHP untuk menulis ke database pada HOST C yang dibuat :
require_once('lib/nusoap.php');
$server = new soap_server;
// Register the method to expose
$server->register('insertData');
// Define the method as a PHP function
function insertData($temperature)
{
$timeStamp = date('Y-m-d H-i-s');
mysql_connect('localhost','username','password') or die(mysql_error());
mysql_select_db('coba') or die(mysql_error());
mysql_query('INSERT INTO test VALUES ("'.$timeStamp.'","'.$temperature.'")') or die(mysql_error());
return 'berhasil'.$temperature ;
}
// Use the request to (try to) invoke the service
$HTTP_RAW_POST_DATA = isset($HTTP_RAW_POST_DATA) ? $HTTP_RAW_POST_DATA : '';
$server->service($HTTP_RAW_POST_DATA);
?>
http://wsnsistel.blogspot.com/2009/05/pengujian-dan-implementasi-wireless.html
Senin, 07 April 2014
Referensi di Perl
Saat ini Anda sudah mengenal tiga jenis tipe variabel di
Perl, yaitu skalar, array, dan hash. Namun Perl juga mengenal suatu tipe skalar yang khusus yang
dinamakan dengan referensi. Jika suatu variabel
menampung suatu nilai, maka referensi berisi alamat atau penunjuk ke suatu
nilai. Jika dianalogikan dengan sebuah buku, variabel
berisi nilai seperti sebuah halaman buku berisi informasi di dalamnya,
sedangkan referensi merupakan petunjuk, seperti sebuah halaman buku yang hanya
berisi “lihat halaman 2706”.
Tapi apa gunanya referensi? Berguna sekali. Di Perl, kita tidak bisa membentuk struktur
data rumit tanpa adanya referensi. Saya akan membahas
referensi untuk struktur data yang rumit di edisi yang lain, untuk saat ini
saya hanya akan menunjukkan apa itu referensi dan kegunaannya dalam subrutin
yang memerlukan pass by reference.
Anda akan lebih mudah memahami
referensi dari contoh:
$nama = "feynman"; $n = \$nama; print $n;
Hasil
program di atas, mungkin seperti ini:
SCALAR(0x8104b8c)
Angka
di dalam kurung tidak selalu sama, tergantung lokasi
memori variabel $nama di proses
program Perl. Variabel $n berisi
alamat (dan tipe) dari variabel $nama. Operator untuk mengambil
alamat suatu variabel adalah \ (backslash). Untuk mengakses nilai yang
ditunjuk oleh $nama,
kita melakukannya dengan:
print ${$n};
atau bisa juga dengan:
print $$n;
Jika
kita mengubah nilai $$n,
ternyata kita juga mengubah nilai $nama, contoh:
$nama = "feynman";
$n = \$nama;
print "Sebelum: ${$n}\n";
$$n="richard";
print "Sesudah: $nama\n";
potongan kode di atas akan mencetak tulisan:
Sebelum: feynman Sesudah: richard
Kenapa itu bisa terjadi? Akan saya coba jelaskan
dengan menggunakan analogi buku tadi. Jika Anda hanya memberikan salinan
variabel seperti ini:
$a = 1982; $b = $a;
maka $b akan
berisi nilai $a, sama seperti
Anda memberikan salinan sebuah halaman buku ke seseorang. Maka jika Anda
mengubah nilai $b, seperti ini:
$b = 1980;
nilai $a
tetap 1982, karena yang diubah adalah salinan variabel (seperti jika salinan
halaman buku itu diubah, halaman aslinya tidak akan berubah). Tapi jika yang
diberikan ke orang lain adalah petunjuk di mana
informasi tersebut berada (referensi), misalnya halaman 1705, maka orang yang
diberi informasi bisa mengubah isi halaman buku tersebut karena tahu letaknya.
Referensi tidak hanya menunjuk ke variabel skalar, tapi juga ke
variabel array atau hash. Untuk array, Anda bisa melakukan ini:
@superhero = ("spiderman", "superman", "batman");
$super = \@superhero;
Jika
Anda hanya perlu referensi ke suatu array, Anda tidak perlu membuat dulu
variabel arraynya, Anda bisa menggunakan notasi [ isi list ] jadi yang di atas bisa disingkat
menjadi:
$super = ["spiderman", "superman", "batman"];
untuk mengakses nilai array tersebut, Anda bisa melakukannya
seperti ini:
@hero = @$super;
untuk mengakses elemennya, Anda bisa menggunakan salah satu
cara ini:
$spiderman = ${$super}[0];
$superman = $super->[1];
Kita lewatkan dulu pembahasan mengenai array dua dimensi untuk
edisi ini. Dan mari melangkah ke hash. Anda
bisa melakukan hal yang sama terhadap hash, seperti
yang Anda lakukan terhadap array. Bedanya adalah kalau untuk array kita memakai
operator [...], maka untuk
membuat referensi ke hash tidak bernama (anonim), Anda melakukannya dengan
notasi {...} seperti ini:
$warna = {
"bunga" => "merah",
"bola" => "putih"
};
Dan
tentunya referensi ke hash diakses dengan:
%lili = %{$bcd};
Dan
bahkan referensi ke suatu subrutin dapat dibuat, seperti ini:
sub test {
print "test";
}
$a = \&test;
untuk memanggil subrutin tersebut:
&$a();
Pass by Value dan Pass
by Reference
Anda sudah
belajar bahwa di Perl, parameter untuk suatu subrutin diakses dengan array @_. Namun di
edisi yang lalu saya hanya memberi contoh jika parameter yang dilewatkan ke
subrutin adalah nilai skalar. Jika nilai yang dilewatkan adalah list
atau hash, hasilnya mungkin tidak akan seperti yang
Anda harapkan, lihat contoh ini:
sub hello {
my ($greet, $name) = @_;
print "Selamat $greet, $name\n";
}
hello("Pagi", "Donna");
@l = ("Malam", "Lala");
hello(@l);
hello("Siang", @l);
$waktukerja{"yuni"}="malam";
hello(%waktukerja);
Output
program tersebut adalah:
Selamat Pagi, Donna Selamat Malam, Lala Selamat Siang, Malam Selamat yuni, malam
Seperti
yang Anda lihat, Perl akan “mendangkalkan” list ketika
dilewatkan ke suatu subrutin.
@l=("romeo”, ”juliet");
hello(@l);
sama saja dengan
hello($l[0], $l[1]);
Semua
parameter akan diberikan ke @_ secara berurutan. Hal
ini berlaku baik untuk hash, array, skalar, ataupun gabungan dari semua itu.
Lalu masalahnya? Masalahnya adalah Anda tidak bisa
memberikan array atau hash ke suatu subrutin dalam bentuk yang sebenarnya.
Perl hanya mendukung parameter subrutin berupa skalar, namun
seperti yang kita ketahui, ada suatu tipe skalar khusus yang disebut referensi,
kita bisa menggunakan sifat referensi untuk membuat subrutin yang bisa mengakses
dan memodifikasi array atau hash yang kita berikan. Cara melewatkan
parameter seperti itu (memakai referensi) disebut pass by reference, sedangkan jika yang dilewatkan hanya nilainya
maka disebut pass by value.
Lihat
contoh ini:
sub add_me {
my ($arr) = @_;
push @$arr, "me";
}
@a = qw(joe nitnotz);
add_me(\@a);
print join(" ", @a);
Subrutin
add_me akan
menambahkan elemen “me” ke
array, sehingga output program adalah:
joe nitnotz me
Jika
Anda membuka kembali tutorial bagian 2, Anda akan mendapati
bagaimana cara mendapatkan daftar user di Unix. Sebagai latihan Anda bisa
memanfaatkan kode itu untuk membuat subrutin yang akan
mengisikan daftar user yang ada pada sistem ke sebuah list. Sehingga Anda bisa
melakukan seperti ini:
get_user_list(\@users);
foreach (@users) {
#lakukan sesuatu di sini
}
Subrutin semacam itu bisa Anda pakai di berbagai program yang
berhubungan dengan administrasi sistem.
http://www.master.web.id/mwmag/issue/06/content/tutorial-perl-5/tutorial-perl-5.html
Konsep Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle – PLC)
Dalam menentukan strategi pemasaran terhadap suatu produk, maka perlu
dianalisis mengenai siklus hidup produk (Product Life Cycle – PLC) dari
produk sejenis yang dibuat, hal ini disebabkan karena :
1. Produk, pasar (permintaan konsumen), dan pesaing akan
berubah sepanjang siklus hidup produk.
2. Produk memiliki umur yang terbatas.
3. Penjualan produk akan melalui berbagai tahap yang khas,
dan masing-masing memberikan tantangan, peluang, dan masalah yang berbeda bagi
penjualnya.
4. Laba akan naik dan turun pada berbagai tahap yang berbeda
selama siklus hidup produk.
5. Produk memerlukan strategi pemasaran, keuangan,
manufaktur, pembelian, dan sumber daya manusia yang berbeda dalam tiap tahap
siklusnya.
Kebanyakan kurva siklus hidup produk digambarkan berbentuk lonceng,
dimana kurva tersebut umumnya terbagi menjadi empat tahap sebagai berikut
:
1. Tahap perkenalan (introduction)
Merupakan periode pertumbuhan penjualan yang lambat saat produk itu
diperkenalkan ke pasar. Pada tahap ini tidak ada laba karena besarnya
biaya-biaya untuk memperkenalkan produk.
2. Tahap pertumbuhan (growth)
Merupakan periode penerimaan pasar yang cepat dan peningkatan laba yang
besar.
3. Tahap kematangan (maturity)
Merupakan periode penurunan pertumbuhan penjualan karena produk itu telah
diterima oleh sebagian besar calon pembeli. Laba akan stabil atau menurun
karena persaingan yang meningkat.
4. Tahap penurunan (decline)
Merupakan periode saat penjualan menunjukkan arah yang menurun dan laba
yang menipis.
Terkait dengan siklus hidup produk, beberapa strategi yang umumnya
diterapkan pada masing-masing tahapan yaitu:
1. Produk yang baru diperkenalkan di pasar (introduction),
strateginya:
- Berusaha selalu memperbaiki penampilan produknya.
- Menyebarkan barang sebanyak-banyaknya ke seluruh toko.
- Melakukan sell out.
2. Produk yang sudah dikenal (growth), strateginya:
- Berusaha terus mencari
segmen baru, menambah jumlah tenaga penjual, menambah armada
pengangkutan.
- Selalu memperbaiki mutu produk
- Mempertimbangkan
strategi menurunkan harga untuk barang-barang yang harganya tinggi.
3. Pasar yang sudah matang/ jenuh (masa maturity),
strateginya:
- Berusaha mencari segmen-segmen kecil yang belum
terisi.
- Menciptakan produk dengan kemasan besar.
- Memperbaiki penampilan produk dengan sesuatu yang
baru.
4. Jika strategi ini tidak berhasil, maka akan
timbul masa penurunan (decline). Strategi yang diterapkan:
- Jika gejala sudah parah, anggaran promosi harus
dihentikan
- Pusatkan perhatian pada pasar yang masih ada
harapan, untuk pasar yang lain dihentikan.
- Menghentikan pemasaran produk secara menyeluruh dan
menciptakan produk .
http://www.google.com/search?ie=UTF-8&oe=UTF-8&sourceid=navclient&gfns=1&q=Konsep+Siklus+Hidup+Produk+%28Product+Life+Cycle+%E2%80%93+PLC%29
Program Batch File Membuat Direktori.
Batch file adalah sekumpulan
instruksi/perintah DOS yang diracik menjadi satu bagian sehingga menjadi sebuah
program. Dan untuk membuat program sederhana dari batch file tidak terlalu
sulit karena pemrograman dari batch file ini bersifat sederhana dan mudah di
pelajari di banding dengan bahasa pemrograman lainnya, seperti java, c, c++,
pascal, php dan lainnya.
Kali ini penulis ingin sedikit
berbagi source program batch file, yaitu program untuk membuat direktori
dan untuk membuatnya silahkan copas pada notepad atau ketik jika tidak malas
karena scriptnya tidak banyak dan simpan file tadi dengan format .bat.
@echo off
:awal
echo Membuat direktori
echo
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
set /P nama= Masukkan nama
folder/direktori :
:desktop
echo.
echo berhasil membuat direktori di
desktop dengan nama "%nama%"
md "%nama%"
goto :pilih
:pilih
set /P pilihan= buat lagi(b) atau
keluar(k) ? :
cls
if /I
"%pilihan%"=="b" GOTO :awal
if /I
"%pilihan%"=="k" GOTO :keluar
echo.
:keluar
exit
Peran MIS dalam Meningkatkan pengambilan keputusan
Preliminarily, manyatakan, pengambilan keputusan merupakan bagian integral
dari setiap bisnis (The maniak, nd). Hal ini karena mayoritas operasi dalam
suatu organisasi berkisar sekitar keputusan yang dibuat oleh manajemen dan
pemangku kepentingan lainnya dalam organisasi. Dan agar keputusan yang akan
dibuat memadai, untuk itu sangat penting sistem informasi yang baik karena
keputusan didasarkan pada informasi yang tersedia.
Dalam hubungan ini, Jahangir (2005) menyatakan bahwa berdasarkan peran Informasi yang signifikan sangat penting dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat, organisasi harus memastikan bahwa mereka memiliki sistem informasi manajemen yang baik.
Sebagai pertimbangan utama, Sistem Informasi Manajemen sangat kompleks dan halus, yang membutuhkan ketelitian dalam pengambilan keputusan yang harus diambil oleh manajer. Hal ini menjadi alasan bahwa suatu organisasi untuk dapat memastikan bahwa telah memilih individu yang tepat untuk mengontrol sistem informasi. Orang yang berhati-hati dan profesional adalah, orang yang dapat menjamin prospek positif dalam SIM berkaitan dengan pengambilan keputusan dan lain yang terkait di bidang bisnis (Lingham, 2006).
Beberapa argumen ilmiah, fakta, pendapat dan pengamatan yang dilakukan oleh berbagai makro ekonomi berkaitan dengan peran Sistem Informasi manajemen dalam meningkatkan pengambilan keputusan, sebagai berikut:
Dalam hubungan ini, Jahangir (2005) menyatakan bahwa berdasarkan peran Informasi yang signifikan sangat penting dalam pengambilan keputusan yang akan dibuat, organisasi harus memastikan bahwa mereka memiliki sistem informasi manajemen yang baik.
Sebagai pertimbangan utama, Sistem Informasi Manajemen sangat kompleks dan halus, yang membutuhkan ketelitian dalam pengambilan keputusan yang harus diambil oleh manajer. Hal ini menjadi alasan bahwa suatu organisasi untuk dapat memastikan bahwa telah memilih individu yang tepat untuk mengontrol sistem informasi. Orang yang berhati-hati dan profesional adalah, orang yang dapat menjamin prospek positif dalam SIM berkaitan dengan pengambilan keputusan dan lain yang terkait di bidang bisnis (Lingham, 2006).
Beberapa argumen ilmiah, fakta, pendapat dan pengamatan yang dilakukan oleh berbagai makro ekonomi berkaitan dengan peran Sistem Informasi manajemen dalam meningkatkan pengambilan keputusan, sebagai berikut:
http://www.google.com/search?ie=UTF-8&oe=UTF-8&sourceid=navclient&gfns=1&q=Peran+MIS+dalam+Meningkatkan+pengambilan+keputusan
SIM menyediakan platform yang cocok untuk pengambilan keputusan yang baik (Kumar, 2006). Pada dasarnya, tanpa system informasi yang untuk mendapatkan informasi, akan sangat sulit bagi organisasi untuk membuat suatu keputusan.
Selain itu, hal ini sangat penting karena membantu dalam menjaga bisnis, sehingga memastikan bahwa hanya keputusan yang telah terbukti yang digunakan, sementara yang belum dicoba adalah akan digagalkan. Lebih penting lagi, kapasitas untuk memandu pengambilan keputusan memfasilitasi kemajuan dan peningkatan operasi di sebuah perusahaan (Lingham, 2006; Chambers, 1964, hal.15-20).
Penting bagi perusahaan dalam generasi modern, di mana setiap kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar (Allen, et al., 2010).
Dengan pemrograman Sistem Informasi Manajemen yang rutin, bisnis pasti akan membuat kemajuan positif dan sumber daya dapat dengan mudah disalurkan ke jalur bisnis yang sah (Allen, et al., 2010).
Sebagai titik fundamental, SIM yang digunakan saat ini dapat melakukan banyak tugas pada waktu yang sama. Ini potensi untuk multitask meningkatkan efisiensi dalam suatu perusahaan karena beberapa operasi bisnis dapat dilakukan secara bersamaan. Dengan hal khusus pengambilan keputusan, kemampuan untuk multitask memastikan bahwa keputusan dibuat cepat bila dibandingkan dengan sistem yang hanya dapat menangani satu tugas pada satu waktu.
Erat terkait dengan titik di atas, Jahangir (2005) mengatakan bahwa SIM memungkinkan beberapa pengguna untuk mengakses konten yang sama pada waktu yang sama tanpa ada perbedaan. Potensi ini meningkatkan akuntabilitas dari pelaku usaha karena beberapa orang dapat mengakses dan memverifikasi apakah SIM tersebut konsisten atau tidak.
Dalam berkontribusi terhadap argumen mengenai peran SIM dalam meningkatkan pengambilan keputusan, Rhodes (2010) juga menambahkan bahwa: Sistem Informasi Manajemen memberikan manajer akses cepat ke informasi. Ini bisa termasuk interaksi dengan sistem pendukung keputusan lainnya, permintaan informasi, cross- referensi dari informasi eksternal dan potensi data teknik pertambangan. Sistem ini juga dapat membandingkan tujuan strategis dengan keputusan praktis, sehingga manajer dapat mengambil suatu keputusan yang sesuai dengan strategi organisasi. Singkatnya, Rhodes hanya percaya bahwa sistem informasi manajemen adalah suatu faktor dalam mendapatkan informasi yang layak bagi organisasi.
Akhirnya, Sistem Informasi Manajemen memainkan peran penting dalam menyediakan berbagai pilihan efisien dari para pengambil keputusan agar mampu membuat pilihan-pilihan yang mereka sukai, Vittal & Shivraj (2008, p.359-361). Vital, ini memastikan bahwa apapun pilihan yang dibuat oleh pengambil keputusan, hasilnya, lebih sering positif dari pada tidak.
Sebenarnya, adalah alasan mengapa banyak pembuat keputusan cenderung lebih suka menggunakan SIM ketika menemui keputusan-keputusan yang sulit untuk diambil. Dan sebagai konsep memiliki pilihan keputusan yang layak untuk diputuskan dalam bisnis (Vittal & Shivraj, 2008, hal.360-365, Jawadekar, 2006, p.356-359).
SIM menyediakan platform yang cocok untuk pengambilan keputusan yang baik (Kumar, 2006). Pada dasarnya, tanpa system informasi yang untuk mendapatkan informasi, akan sangat sulit bagi organisasi untuk membuat suatu keputusan.
Selain itu, hal ini sangat penting karena membantu dalam menjaga bisnis, sehingga memastikan bahwa hanya keputusan yang telah terbukti yang digunakan, sementara yang belum dicoba adalah akan digagalkan. Lebih penting lagi, kapasitas untuk memandu pengambilan keputusan memfasilitasi kemajuan dan peningkatan operasi di sebuah perusahaan (Lingham, 2006; Chambers, 1964, hal.15-20).
Penting bagi perusahaan dalam generasi modern, di mana setiap kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar (Allen, et al., 2010).
Dengan pemrograman Sistem Informasi Manajemen yang rutin, bisnis pasti akan membuat kemajuan positif dan sumber daya dapat dengan mudah disalurkan ke jalur bisnis yang sah (Allen, et al., 2010).
Sebagai titik fundamental, SIM yang digunakan saat ini dapat melakukan banyak tugas pada waktu yang sama. Ini potensi untuk multitask meningkatkan efisiensi dalam suatu perusahaan karena beberapa operasi bisnis dapat dilakukan secara bersamaan. Dengan hal khusus pengambilan keputusan, kemampuan untuk multitask memastikan bahwa keputusan dibuat cepat bila dibandingkan dengan sistem yang hanya dapat menangani satu tugas pada satu waktu.
Erat terkait dengan titik di atas, Jahangir (2005) mengatakan bahwa SIM memungkinkan beberapa pengguna untuk mengakses konten yang sama pada waktu yang sama tanpa ada perbedaan. Potensi ini meningkatkan akuntabilitas dari pelaku usaha karena beberapa orang dapat mengakses dan memverifikasi apakah SIM tersebut konsisten atau tidak.
Dalam berkontribusi terhadap argumen mengenai peran SIM dalam meningkatkan pengambilan keputusan, Rhodes (2010) juga menambahkan bahwa: Sistem Informasi Manajemen memberikan manajer akses cepat ke informasi. Ini bisa termasuk interaksi dengan sistem pendukung keputusan lainnya, permintaan informasi, cross- referensi dari informasi eksternal dan potensi data teknik pertambangan. Sistem ini juga dapat membandingkan tujuan strategis dengan keputusan praktis, sehingga manajer dapat mengambil suatu keputusan yang sesuai dengan strategi organisasi. Singkatnya, Rhodes hanya percaya bahwa sistem informasi manajemen adalah suatu faktor dalam mendapatkan informasi yang layak bagi organisasi.
Akhirnya, Sistem Informasi Manajemen memainkan peran penting dalam menyediakan berbagai pilihan efisien dari para pengambil keputusan agar mampu membuat pilihan-pilihan yang mereka sukai, Vittal & Shivraj (2008, p.359-361). Vital, ini memastikan bahwa apapun pilihan yang dibuat oleh pengambil keputusan, hasilnya, lebih sering positif dari pada tidak.
Sebenarnya, adalah alasan mengapa banyak pembuat keputusan cenderung lebih suka menggunakan SIM ketika menemui keputusan-keputusan yang sulit untuk diambil. Dan sebagai konsep memiliki pilihan keputusan yang layak untuk diputuskan dalam bisnis (Vittal & Shivraj, 2008, hal.360-365, Jawadekar, 2006, p.356-359).
http://www.google.com/search?ie=UTF-8&oe=UTF-8&sourceid=navclient&gfns=1&q=Peran+MIS+dalam+Meningkatkan+pengambilan+keputusan
Langganan:
Postingan (Atom)